Dari Kudus Menuju Pentas Bulu Tangkis Dunia

Dipublikasikan oleh admin pada

ATLET BERPRESTASI : Para atlet PB Djarum berprestasi mendapat apresiasi bonus senilai total Rp 1,2 miliar.

AUDISI umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum tahun ini digelar delapan kota di Indonesia. Tradisi audisi yang digelar dari satu daerah ke daerah ini menjadi bagian klub yang bermarkas di Kota Kudus untuk menyalakan api prestasi hingga ke pelosok negeri.

Total sebanyak 5.957 atlet dari penjuru tanah air mengikuti audisi di delapan Kota. Di Pekanbaru, audisi diikuti oleh sebanyak 571 atlet cilik. Di Balikpapan sebanyak 505 atlet, Purwokerto sebanyak 806 atlet, Surabaya sebanyak 861 atlet, Cirebon sebanyak 882 atlet, dan Solo Raya sebanyak 871 atlet.

Audisi di kota terakhir di Kota Kudus diikuti paling banyak peserta. Jumlahnya mencapai 1.071 atlet. Dari audisi di delapan kota ini, terjaring sebanyak 221 atlet dari 23 provinsi di Indonesia.

Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu tangkis 2018 yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Audisi ini menjadi arena pertarungan seru antar pebulutangkis muda U-11, U-13, dan U-15, dari berbagai daerah.

Ajang ini mempertemukan para pemenang dan peraih Super Tiket dari Audisi Umum yang telah digelar di Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis merupakan upaya untuk menjaga api obor prestasi bulu tangkis Indonesia terus menyala. Berkaca pada hasil sepanjang 2018 sejumlah prestasi mampu diraih oleh para pebulutangkis PB Djarum di tingkat junior maupun senior.

Di tingkat junior, Ribka Sugiarto dan Febriana Dwipuji Kusuma, berhasil meraih gelar juara ganda putri di 2018 Asia Junior Championships. Di level senior, atlet PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukomuljo, yang berpasangan dengan Marcus Gideon berhasil meraih gelar juara All England pada Maret 2018.

Kemudian pada pada awal Juli 2018, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil menjuarai Blibli Indonesia Open 2018. Melengkapi catatan tersebut, lagu Indonesia Raya kemudian berkumandang di ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, usai medali emas ke-24 diraih pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon dari nomor ganda putra.

“Kita merasa bangga dengan berbagai prestasi yang diraih atlet-atlet bulu tangkis Indonesia. Ini menjadi poin penting agar kemudian kita mempersiapkan regenerasi berikutnya. Tidak hanya untuk mempertahankan, namun bagaimana merebut prestasi di nomor-nomor yang saat ini kita masih tertinggal,” kaya Yoppy.

Tahapan audisi dipantau langsung oleh para legenda bulu tangkis yang tergabung dalam Tim Pencari Bakat. Sederet legenda bulu tangkis Indonesia yang bergabung di tim pencari bakat yakni Tan Joe Hok, Liem Swie King, Fung Permadi, Basri Yusuf, Antonius Budi Ariantho, Alan Budikusuma, Denny Kantono, Hariyanto Arbi, Marleve Mainaky, Herry Iman Pierngadi, dan Sigit Budiarto.

Apresiasi Atlet
Dalam rangkaian audisi di GOR Djarum Jati Kudus itu, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi bonus sebesar Rp 1,2 miliar kepada atlet berprestasi. Apresiasi secara khusus sebesar Rp 600 juta diberikan kepada Kevin Sanjaya yang berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Asian Games pada tahun ini.

Penghargaan juga diberikan kepada pelatih Kevin, Harry IP dan Aryono Miranat, yang mendapatkan Rp 100 juta. Selain itu pelatih beregu putri Minarti Timur sebesar Rp 25 juta. Djarum Foundation juga mengganjar Owi/Butet –sapaan akrab Tontowi dan Liliyana– dengan hadiah sebesar Rp 300 juta.
Apresiasi juga diberikan kepada pelatih ganda campuran Richard Mainaky dan Vita Marissa sebesar Rp 50 juta. Debby Susanto juga mendapatkan bonus sebesar Rp 25 juta. Di sektor ganda putra, Ahsan/Ihsan, turut diguyur hadiah Rp 100 juta.
“Keberhasilan para pemain bulu tangkis hasil binaan PB Djarum di ajang Asian Games membangkitkan kembali gairah olahraga masyarakat Indonesia,” kata Yoppy.

Yoppy menambahkan, pemberian bonus ini adalah bentuk apresiasi Djarum Foundation atas kerja keras dan prestasi mereka mengharumkan nama bangsa di panggung dunia. Lewat apresiasi penghargaan ini kami harap bisa menjadi penyemangat atlet-atlet muda lainnya untuk mengikuti jejak para pahlawan bulutangkis Indonesia ini.

Di tempat yang sama, Djarum Foundation juga memberikan penghargaan berupa Super Legend Award kepada Tan Joe Hok, berupa TV LED Polytron 50 inch. Penghargaan diberikan atas dedikasi peraih medali emas Asian Games tahun 1962 ini, terhadap proses pembibitan bulu tangkis di Indonesia. Tan Joe Hok hadir sebagai Tim Pencari Bakat di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Kudus. (*)

Kategori: NewsRilis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik Untuk WhatsApp Kami